Berbahagialah kamu yang tidak melihat namun percaya

Apa arti iman?
Iman adalah percaya. Iman adalah karunia Allah, yang dikerjakan di dalam hati oleh Roh Kudus, yang menghidupkan dan memandu semua kemampuan kita menuju satu tujuan.

Dua tiga orang berkumpul dalam namaKu... Aku hadir.
Dan mintalah dalam Nama Ku sesuai yang Ku ajarkan.... Akulah Jalan. Kebenaran dan Hidup.... Akulah sumber Air yang Kekal.

Kita harus berdoa untuk memiliki iman, dan supaya iman kita bertumbuh.... Sesuai dengan Kebenaran.
Iman kita juga akan diperkuat dengan selalu mengingat janji-janji Kristus yang berulangkali diucapkan bahwa doa-doa kita kepada Bapa, dalam nama-Nya, pasti akan dijawab kalau kita memintanya dengan iman, dan percaya sewaktu kita memintanya. 
Lihat Matius 7:7; Lukas 11:9; Yohanes 14:13, 15, 16; Yakobus 4:2; I Yohanes 3:22, 5:14; Lukas 11:10.

Sampai hari ini kamu belum meminta apa2 dariKu....

Iman didefinisikan sebagai "dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat" (Ibr. 11:1);.... iman adalah pekerjaan jiwa yang dengannya kita merasa pasti akan keberadaan dan kebenaran dari sesuatu yang tidak ada di depan kita, atau tidak tampak bagi indera manusia. 

Setiap orang menilai iman secara berbeda, yang akan dirasanya sukar bahkan tidak mungkin untuk menunjukkannya dengan cara-cara yang tampak.
Ini merupakan hal mempraktikan iman.... latihan sukarela... yang memampukan kita untuk bertambah dalam mempercayai kebenaran-kebenaran besar yang Allah berkenan nyatakan.... Melalui Sang Putra.... Segala kuasa di bumi dan di surga telah diserahkan kepadaNya.

Paulus menyatakan "sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat" (II Kor. 5:7).

Yesus sendiri berfirman (Yoh. 20:29), "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya". 

Dengan demikian, sementara mempercayai apa yang kita lihat dan pahami akan mendatangkan manfaat, percaya pada apa yang tidak terlihat dan hanya dipahami secara samar-samar mendatangkan manfaat yang lebih besar.

Ada banyak hal di alam semesta ini yang kita percayai, tanpa harus kita pahami sepenuhnya; kita percaya karena kita mendapatkan buktinya dari orang lain, meskipun bukan dari panca indera kita sendiri.

Iman yang begitu saja percaya pada apa yang bisa ia lihat, pahami, jelaskan dan tunjukkan sama sekali bukan iman.

"Tidak seorang pun melihat Allah" selain Anak yang ada bersama Bapa pada mulanya.... Yang keatas adalah yang dari atas, akan tetapi semua orang percaya kepada Allah, karena Roh Kudus menuntun kepada Sang Kristus.

Hal-hal dalam dunia rohani tidak dapat ditunjukkan melalui perantara-perantara materiil, melainkan hanya bisa melalui perantara-perantara rohani.... Berdoalah ralam Rohdan Kebenaran.

Menggunakan iman akan meningkatkan kerohanian kita, memampukan kita memahami berbagai hal yang tanpa latihan semacam ini tidak akan terpahami.

Paulus mengatakan bagi orang Yunani terpelajar yang skeptis Injil adalah "kebodohan". 
Kebanggaan akan kepandaian adalah salah satu penghalang terbesar terhadap pertumbuhan rohani.

Kamu melihat melihat tak pernah melihat... Mendengar tak pernah mengerti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mari kita mengenal lebih dekat St. Yusuf - Abdi yg Istimewa bagi yg mencintai Yesus dan Maria.

Tak kenal maka tak sayang, Ite ad Ioseph

Mencari Allah yg Hidup.... Tumbuh. Berbuah dan Berubah