Allah tidak pernah meninggalkan kita
Sekolah dari Nazareth st. Yusuf teladan kita.
Permenungan dan refleksi tentang Kel. Kudus dari Nazareth, ini sgt menarik sekali....
Keluarga ini pada awal banyak tantangan yang harus dihadapi, tidak ada tempat menumpang, harus hijrah ke mesir, bukan seperti harapan dan keinginan mereka,.... Dari mana seluruh kekuatan mereka adalah Janji Allah, kita mengetahui Allah tidak pernah ingkar janji selalu menepati pada saat yang tepat. Rencana Allah tidak pernah gagal, keluarga ini Percaya akan segala yang diterima melalui malaikat Gabriel... bahwa yang akan dikandung Kudus Anak Allah yang maha tinggi dan penegasan Tiada yang mustahil bagi Allah... Tanpa iman yang teguh, berserah pada rencana Allah dan mempercayakan sepenuhnya seluruh hidup mereka kepada Allah pasti dari awal ketika cobaan menerpa akan lari....
Kwalitas keimanan yang tangguh demikian pula Kepercayaan dengan Pendasaran Isi kitab suci akan datangnya Sang Emanuel/Sang Juruslamat.
Menujukan bahwa Ketaatan tak tergoyahkan dan Hidup kerohanian Yusuf dan Maria tak diragukan....
Allah yang menyertai mereka amini.
Bila kita bandingkan degan kita serupa tepi jauh berbeda,.... Persamaan ada pada Janji Pernikahan... Apa yang dipersatukan Allah tidak boleh dipisahkan/diceraikan oleh manusia.
Keluarga Nazareth dipersatukan dengan Tugas Mulia demi orang lain, artinya sudah lebih banyak pengorbanan yang akan dihadapi.... Duri telah ditancapkan pada kedua hati orang tua untuk Dipikul. Tantang demi tantang harus dihadapi tidak sedikit pengorbanan yang diterima oleh keluarga Nazareth....
Bagaimana kok bisa melewati Malam gelap, Kering, Perih, Pilu, Panas n Luka, ini yang saya ingin mencoba merenungkannya.
Ternyata jawaban sangat sederhana tetapi sulit untuk dipraktekan hanya Bertumpu pada kekuatan Kehendak dan Jalan yang direncanakan oleh Allah.... Kwatiltas iman seperti ini hanya Karunia Allah, kepercayaan diasah dari ke hari walau kadang dimengerti.
Ketika saya mencoba melihat lukisan Kel. Kudus Nazareth, dimana Yesus selalu Didepan dan Tatapan Maria dan Yusuf selalu mengarah kepada Kanak Yesus.... Kekuatan keluarga ada pada Sang Emanuel, kita tau bahwa Yesus adalah Emanuel (Allah yang menyertai).... Ia Guru dari kehidupan Sang Sumber sebagai Allah penyelenggara bukan bertumpu pada kekuatan iman mereka tetapi Sang Terang yang menuntun dan Memberi kekuatan dalam menjalani kehidupan.
Allah adalah Terang. Allah adalah Kebenaran dan Allah adalah Kasih sempurna.... Ikatan keluarga ini ternyata tidak Maria berfokus pada dirinya demikian juga Yusuf,.... Hanya demi Kemuliaan Allah,.... hati, budi n jiwa seluruhnya diserahkan kedalam Tangan dan Rencana Allah.
Kel. Kudus adalah model Gereja yang berziarah tidak luput dari jatuh bangun tetapi yang menopang mereka Sang Pemberi Kehidupan, Yesus menyalurkan rahmat itu.
Titik pandang fokus pada Yesus, Putra Allah dan pandangan Maria Yusuf tidak saling memandang tetapi berusaha untuk memahami, menguhkan dan berdialog,... Untuk memahami kehendak Allah melalui Kristus....
Inilah Sekolah Kudus dimana semua terpusat Kristus bukan pada diri masing2, sebuah sekolah nyata untuk, srkolah keimanan yang mendalam dalam Iman. Harapan dan Kasih lalu mempraktekan/melakukan.... Iman tanpa perbuatan nyata adalah Kosong.
Bukan keluarga yang Ideal dan Nyaman tetapi karena Menempatkan Yesus Kristus selalu ditengah pergumalan mereka dan Menimba dari Sang Terang.
Menurut saya itulah kwalitas keluarga Nazareth,... Kekuatan Kehendak Allah saja inipun kita terima saat Pernikahan seperti yang tertuang pada Janji Perkawinan....
Bila kita sadar dan masing2 mau mengulang ulang janji ini setiap hari.... Mungkin dapat memberi kekuatan dan kesadaran mulia sehingga dapat meringankan dan menemukan solusi dalam setiap Pergumulan hidup....
" Apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan/dipisahkan oleh manusia "....
Serahkanlah Kehidupan berkeluarga pada Kekuatan serta Perlindungan Allah Bapa melalui penerangan Roh Kudus, dan Memohon kepada Yesus untuk menuntun sesuai Sabdanya. Amin.
Semoga berkenan bagi yang merindukan🙏🏽
Komentar
Posting Komentar