Jalan Hening


Tidak berbicara sepatah katapun....

Sedikit berbagi dari pengalaman menapaki Jalan Salib dalam keheningan,.... 
Kadang kala kita mengalami banyak kesulitan karena sifat kemanusiaan yang fana dan tidak teraturan.... Kita cenderung melekat pada kelakatan kemanusiaan yang sangat duniawi sesuai sajian Dunia... (Yesuspun tak luput dari pencobaan ini, tetapi Ia menangkan dengan Jawaban sesuai Alkitab)

Dalam pengalaman melapas Kelekatan sifat kemanusiaan membutuhkan waktu tidak sedikit, intinya harus berani melangkah.... Seperti anak yang disuruh bekerja diladang.... Setelah pikir2 dia lalu Mengerjakan dibutuhkan Kerendahan hati, Kesabaran, Pengorbanan yang tidak sedikit, Penderitaan baik lahir, batin n mau hati.... Melalui Jalan Saib atau juga Jalan Pengosongan Diri (sakalah dirimu) yang harus kita lalui bagai Lorong yang Sempit, sedikit orang menemukannya.... Jalan yang Terjal, Berduri, Binatang Buas, Tandus dan Penuh batu tajam.... 

Bila kita mengandalkan kekuatan Kemanusian pasti akan gagal,.... Disinlah Kekayaan Gereja sebagi Dasar Keutamaan melalui Pengajaran. Sakramen2 (d antaranya Rekonsiliasi/Pengakuan dosa). Imamat. Sabda dan pada Puncaknya Ekaristi.... 
Melalui jalan ini kita perlahan dimampukan untuk Masuk dalam keheningan penuh rahmat Tuhan sertamu, seperti Sabda Tuhan.... Masuklah dalam ruang kamarmu dan tutuplah pintu rapat2 Carilah Kerj. Allah dan Kebenarannya terlebih dahulu selebihnya akan dikaruniakan kepada mu.... 
Kita harus berani Datang dan Meninggal kan Kemanusiaan yang tak teratur lalu Bersujud. Bertobat dan Memohon belas kasih kemurahan Allah.... 
Kerendahan hati. Kesabaran. Kesetiaan n Kepatuhan sangat dibutuhkan untuk mencapai Pencerahan Surgawi seperti st. Ignasius atau Yoh. Dari Salib saat beliau dipenjarakan... 
Membedakan roh/batin yang jahat dan yang baik, tidaklah cukup hanya berdoa, tetapi kita harus berani meninggalkan hidup yang masuk kedalam Pembaharuan lalu.... Mengikuti. Melakukan perbuatan kasih yang nyata sesuai Injil guna melepas cinta diri, puas diri, ambisi dan kesombongan diri.... Untuk menjadi Nada/Kosong dan Membuka Suara dan Cahaya Illahi yang menuntun.

Menjadi Anak Kecil jalan menuju Keheningan... Mata n Telinga batin/hati menjadi Peka.... Gerak itu akan selalu menjadi Penerang dalam terus tertuju Terang bimbingan Roh Kudus (Sabda Tuhan).... Bukan Sabda sebagai Pemuas diri tetapi sebagai Kompas dan Lentera dari seluruh kebijaksanaan Surgawi.....

Dari pengalaman pencarian salama 30 thn lebih baru saya barulah memahami apa arti Diam. Hening n Memahami kehendak Tuhan dilam hidup yang harus jalani hari ke hari, dalam kontemplasi aktiva.....

Kita harus tetap rendah hati, sadar diri, jujur, tulus n datang sebagai seorang anak kecil....
Yang selalu disetiap waktu Merindukan Kasih dan Belaian Allah yang Menghur. Menguat serta Meneguhkan (seperti bayi yang seslalu membutuhkan susu asi dari sang ibu.
Ini menurut saya awal dari kita diam dalam keheningan kasih rohani.... Dan berbicara seperti kepada Bapa di Surga dan kita semua anak2Nya yang diKasihi n diCintai serta diRindukan.... Anak KU yang telah Mati hidup kembali dan yang Hilang KU temukan kembali (kembalinya anak yang hilang).... Jalan Pertobatan dan Kembali kepangkyan Sang Surya.

Semoga permenungan serta pengalaman 30 thn dapat ikut membantu dan mengispirasi yang mencari dan dengan Suka Rela Bertobat..... (Satu orang bertobat ada sukacita dikerajaan Allah).

Diam. Diam. Diam guru dan jalan emas....
Seperti Maria dan Yusup semua disimpan dilam Hati dan Merenungkannya. Amin

Semoga berkenan bagi yang sedang mencarinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mari kita mengenal lebih dekat St. Yusuf - Abdi yg Istimewa bagi yg mencintai Yesus dan Maria.

Tak kenal maka tak sayang, Ite ad Ioseph

Mencari Allah yg Hidup.... Tumbuh. Berbuah dan Berubah