Akulah Jalan. Kebenaran dan Hidup
Keputusan menceraikannya diam diam.
Waaah ini menghentak dan membangkitkan kenangan masa lalu saya....
Permenungan n refleksi melihat sisi lain dari sudut rohani.... Ternyata kita sering melakukan hal ini dalam kehidupan sebagai pengikut Kristus. Sering terjadi ketika kita mengingkari ke iman kita....
Contoh saya pribadi ketika studi di eropa dan bekerja dalam kurun waktu kurang lebih 17 tahun,.... dengan ilmu dan kesibukan saya ternyata telah diam diam menceraikan ke imanan saya....
Menjadi Murtad selama selama itu,.... gerak itu sangat halus diawali tidak ada waktu dengan alasan pembenaran diri karena disbukan mencari nafkah, mengejar karier dan target yang membawa masuk dalam bujuk rayu itu, perlahan menjauh dari ruang gereja, perlahan keluar dari pintu dan akhirnya meninggal perkarangan Kebun Anggur.
Saya memang tumbuh dalam segala kesukesan dan meraih pengakuan dimana saya bekerja, tetapi akhir masuk dalam sistem rasionalisme...
Cukuplah saya peduli, berbuat kasih n mengembangkan talenta... Ternyata itu telah megingkari hidup yang telah saya terima dan warisi dari keluarga nenek moyang sabagai orang Katholik....
Hidup mengandalkan diri sendiri untuk memenuhi hasrat kemanusian sebagai standart ukuran orang sukses dan berharga dimata orang lain....
Ternyata saya telah menecaikan secara diam2 keIman yang seharusnya saya pelihara dan dipertahankan sebagai Harta Surgawi kelak....
Saya telah asyik dengan diri sendiri tidak Mempedulikan Yesus Sang Penebus yang telah dengan Kepahitan, Pengobanan serta Curahan kasih yang demikian besar kepada saya demi Keslamatan tlh dihianati oleh Pemikiran Rasinalis dan Kesombongan, dikorbankan untuk pencapaian keinginan saya,....
Bagi saya awal dari sebuah Dosa seperti Yesus sabdakan.... masalah perzinahan, ketika kita berniat saja itu sudah berdosa lalu ditindak lanjuti dalam Kesadaran Penuh dan Puncaknya dilakukan yang sudah jelas2 itu dilarang....
Ya, saya melakukan hal Dosa yang berat karena melakukan dalam Hidup ke Iman saya.... Berniat, Berpaling dan Melangkah.... Apapun Pembenaran serta Alasan tetap itu bertentangan dengan Kehendak Allah dalam keutamaan Kestiaan serta Ketaatan....
Ketika tahun 97 masuk awal dari perjalan pertobatan mulailah Tabir ke Gelapan terkuak, saya merasa jijik tubuh seperti orang Kusta.... Dimana mana borok dan lendir2 kebusukan akibat Dosa....
Saya malu tetapi didalam batin ini ada sebuah penyesalan yang sangat mendalam yang menghatui hidup....
Mati enggan hidup tak senang.... Akhirnya tersadar saya harus Kembali berdamai masuk kedalam ruang yang kecil tetapi Penuh rahmat dan Kerahiman Allah.... Ruang Pengakuan dosa....
Sejak saat itu saya sadar penuh bahwa telah Menceraikan diam diam dan ingkar terhadap Janji Baptis sebagai Warisan anugerah terindah dari Allah,... kembali dan diangkat serta merta diakui sebagai anak2 Nya.
Kita terkadang diminta untuk memilih didalam hidup ini, tentu selalu memilih yang enak dan menurut kita terbaik.... Ternyata Jalan Allah sangat berbeda dengan Manusia.... Pilihan yang sangat tepat adalah yang tebaik dari yang terburuk.... Pilihan bijaksana adalah Hikmat,.... Seperti 2 org anak yang disuruh bekerja.... Yang pertama menolak yang kedua pun demikian tetapi setelah direnungkan serta ditimbang dalam2 akhirnya berpaling dan melakukan Perintah itu.... Sebagai anak yang Bijaksana... Pikirkanlah apa yang kita akan ambil lalu coba untuk dibawa dalam doa, mohonlah Penerangan Roh Kudus agar Sang Sabda menuntun.... Walau pahit tetapi Jalannya pasti akan lebih Indah pada saatnya.... Jangan tergopoh gopoh dalam mengambil keputusan, Konsultasikan kepada dengan dialog cinta yang dengan Allah, seperti anak kecil sebelum melangkah.
Ya, Allah engkaulah sumber kehidupan,...
Ampunilah kami orang berdosa,....
Karena kerapuhan, kelemahan serta pelangaran kami.
Telah menceraikan diam diam Kasih KaruniaMu, mengambil jalan singkat demi kepentingan serta melepas dari tanggung jawab kami.
Kami bersimpuh dihadapanMu, dengan penuh sesal ingin meraih kembali Cinta KasihMu.
Berilah kesempatan untuk memperbaiki dan tumbuh dalam sabdaMu, agar kami tidak jatuh dalam pilihan kami tetapi terjadilah menurut rencanaMu
Cukuplah bersabda saja pasti kami akan sembuh. Amin
Semoga berkenan🙏🏽
Komentar
Posting Komentar