Melalui badai bersama Kristus
Pasangan suami istri tersuci.
Ini yang selama ini saya tunggu2... Akhirnya sampai juga, sebuah tema yang terindah... Dari pengenapan Kejadian sampai kepada Kel. Kudus dari Nazareth.
Pengalaman yang ingin sekali sejak lama disharingkan perjalan pernikahan 16 thn kami, dalam jatuh bangun, suka duka untung dan malang, kepedihan dan kebahagiaan.... Saya menikah sudah pada usia 48 tahun berbedaan usia kami 17 tahun (kurang1 bln), dia fisiknya tidak sempuna karena memiliki kelainan pada tulang punggungnya (skoliosis) dengan kemiringan derajat 85%.... Tetapi energi dan cintanya kepada keluarga luar biasa.
Dalam penderitaannya yang semakin terasa dia tetap berusaha menjalan tugas sebagai seorang ibu dari dua anak dan istri....
Saya kagum akan pengorbanannya dalam keterbatasannya... Awal perjalan kami tidaklah seideal keluarga muda yang tanpa masalah,.... Usia yang jauh berbeda itulah ketimpangan kami tetapi ikatan kami telah disempurnakan dalam Sak. Pernikahan.... Dengan ayat Indah.... Apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.
Lama merenungkan ayat yang diucapkan dihadapab gereja hal tentang ini.... teringat Allah menciptakan manusia pertama Adam lalu dari tulang rusuknya lahir ciptaan yang sepadan berbeda Kodratnya dinamakan Perempuan.... Allah menyatukan manusia didalam Roh Nya, melalui Rahmat Kasih serta Restunya agar mereka dapat meniru serta meneladani... Dari Cinta Allah kepada CiptaanNya yang diplih dan dipersatukan Kel. Kudus dari Nazareth.
Tak ada Manusia yang sempurna demikian Cinta dagingpun tak ada yang langgeng tetapi Berkat Kasih Karunia, manusia dipersatukan dengan DiriNya sendiri sebagai KeinginNya yang kudus.... Perbedaan bukanlah halangan untuk Memahami. Mengasihi dan Mencitai.... Karena Roh kita diikat dalam Persatuan yang suci, melalui ikat itu segala yang fana disempurnakan....
Menurut Paulus.... penjabaran dr Kasih... Perbuatan adalah Dasar dari Ujud nyata Keimanan, perjalanan inilah yang membawa kita kepada Kebenaran Sejati.
Melalui Sakramen manusia dipersatukan dan disempurnakan dalam Rohani, yang dituntun oleh Roh Allah melalui Penebusan Tubuh, Darah dan Jiwa Kristus...
Dari ketidak sempurnaanlah menurut diminta untuk melaksanakan Kebenaran untuk mencapai Kesempurnaan Illahi, sebab segala Rahmat dan Kasih Karunia telah diserahkan kepada Kristus Yesus sebagai Kepala Gereja.... Jalan sempit, terjal, berbatulah kita bersama menapaki jalan ini, melalui jalan ini kami dimurnikan dan semakin dipersatukan dalam segala Cinta Kasih Nya, walau pada awal kami tidaklah sempurna dan ideal pada akhirnya kami dapat saling Memahami serta Menerima dan Bersyukur.... Karena dengan Kelemahan serta Kekurangan dari kami masing2 yang kami miliki masing2 boleh memetik buah Damai dan Kebahagiaan.
Buah itu kami rasakan pada anak2 bagaimana mereka bertumbuh didalam kasih dan hormatan serta respek kepada orang tua, demikian pula terhadap Gereja menjadi pelayan Kristus.
Kami dihibur oleh kehadiran mereka, Hidup kami saling mengisi dan belajar untuk belajar saling memahami satu sama lain....
Saya sadar bahwa tanpa Campur Tangan Allah, kami tak mungkin dapat melakukan itu... Buah Kebagiaan. Sukacita serta Kegembiraan hadir ditengah kami untuk saling Menguatkan, saling Mengisi, saling Memahami....
Akhirnya jalan itu terasa ringan walau Badai semakin kencang, kami dapat melewati...
Jadi teringat dimana Yesus bersama murid2 dalam 1 bahtera mengarungi Badai angin sakal....
Janganlah takut selama Kristus Yesus ada di tengah2 bahtera kita, bertumpulah pada Kekuatan Nya sebagai Sumber Air dan Lentera kehidupan ini.
Ya, Allah yang maha kuasa,
kami persemahkan keluarga kami kedalam Perlindungan dan KasihMu.
Peliharalah kami dalam segala Kemurahan RahmatMu.
Terangilah perziarahan bahtera Keluarga kami.
Agar kami menjadi serupa degan Kel. Kudus Nazareth.
Sempurnakanlah kami menurut Kasih SetiaMu.
Amin.
Semoga berkenan.🙏🏽
Komentar
Posting Komentar