Rancangan KU bukan rancanganmu
Peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya.
....Jalan Tuhan bukan jalanmu....
Ini yang paling sulit, saya mencoba untuk berbagi sedikit pengalaman mendaki,.... Mencoba berjalan mengikuti Yesus membawa ke 3 murid kepuncak Yesus dipermuliakan di Gn. Tabor,.... Terjadi Transfigurasi pada beliau.... disana ada Petrus, Yakobus n Yohanes....
Pertanyaan saya, mencoba renungkan dan refleksikan kemana murid yant satu ini.... Andreas pada saat itu?.
Sebab ke 4 murid ini bagian ring satu dari Yesus....
Saya berbagi pengalaman pendakian ini.... Manusia memiliki kodrat (tubuh) dan adikodrati (jiwa dan roh), ini seperti jalan rel kereta yang pararel....
Kecenderungannya sama memiliki karakter sifat yang sama hanya saja menifesnya berbed dan pada posisi bersebrangan....
Tubuh memiliki sifat Sombong ternyata Rohani juga demikian, memiliki karakte yang sama dan identik.
Kedua berjalan beriringan separti saudara kembar yang bergerak bersama, seperti sebuah jalan yang membelah menjadi 2, kita kadang kala dengan keyakinan budi n hati telah memilih yang terbaik dari yang terburuk, ternyata membawa kepada kebuntuan, .... demikian ketika kita mengikuti suara hati dan batin ternyata sama mengalami desolasi.
Dari mencoba mengamati dan merenungkan, ke 2 jalan kiri n kanan menemukan titik yang membingungkan dan cenderung menyesatkan, stag, dan sesat....
Saat mencoba melihat lebih dalam ternyata Jalan yang seharusnya adalah jalan yang sempit, meniti jalan batalan rel yang mengikat untuk melangkah.
Jalan Sempit yang tidak membawa kepada hiburanjasmani dan rohani.
Tidak nyaman dan mengenakan dan tidak juga dapat memuas ke 2 nya baik pikiran dan budi demikian hati dan batin....
Saya perlahan2 belajar untuk bukan Mengerti tetapi Memahami,...
Menerima dari pada Diterima,
Melayani dari pada Dilayani....
Ternyata jalan Allah sangat berbeda dengan Alam pikir, tindakan dan kehendak manusia.
Jalan pendakian para murid kepuncak bukan karena keinginan mereka tetapi karena Yesus yang berkehendak dan mengajak ketempat itu....
Yesus bagaikan gaider pendaki gunung yang ulung, beliau mengetahui jalan yang tidak membahayakan......
Untuk mendaki kita memerlukan stamina yang memadai agar tidak ditengah jalan berhenti, juga perhatian yang ekstra hati2, tidak berbekal apa2. Hanya mengikuti tapak kakinya Sang Kristus maka jalan yang sulit, terjal, berbatu dan berduri itu ada Kepastian....
Intinya kadangkala jalan pilihan Tuhan selalu Mengejutkan dan kita duga hahkan pahami, tetapi disalah ada Kepastian dan keslamatan walau jalan itu Abatrak.... Samar, Remang2 dan Berkabut berliku liku tetapi Sang Gembalah sebagai Panutan, Keluatan dan Titian kita....
Saya berjalan mengikuti suara Gembal yang baik, walau jalan itu tidak dipahami tetapi berusaha untuk mengerti, saya percaya Beliau adalah Sang Mesias dan Juruslamat...
Allah menyertai kita n menyelamatkan.... Dari perjalanan pendakian ini ternyata Iman menjadi murid kita diminta untuk berkembang semakin Peka, semakin Dewasa dalam iman, harapan dan kasih. Aku harus semakin kecil Dia semakin besar (Yoh. Pembaptis) artinya menjadi semakin Bijaksana pula dan semakin Berjaga jaga.
Apa artinya saya dihadapan Sang Kristus dan mau jadi apa esok?....
Pilihan Allah tidak pernah salah atau Menyesatkan krn sifat Nya.... Terang dan Kebenaran, hidup tanpa terang akan gelap, hidup tanpa Kebenaran kita tersesat.... Walau kita tak memahami tetapi Allah mengetahui yang terbaik dari yang paling baik.
Sy belajar melepas, terbuka dan belajar memahami untuk semakun Mengenali arti terindah dari Terang dan Kebenaran, lalu berjuang untuk dapat Setia,... Mengikuti apa yang Allah inginkan....
Lakukanlah itu, seperti Yesus perintahkan.... Demikian Allah menyatakan kapada ke 3 murid di puncak kemuliaan Gn. Tabor.... Dengarkanlah Dia.
Sabda inilah Terang dan Kebenaran itu,... menjadi lentur, kecil dan berjuang untuk dapat melayani,.... Hamba yang baik, dimana tuannya berada ia harus pula herada... Mendengarkan apa yang dikehendaki walau jauh dari dapat dipahami walau itu tidak mengenakan hati dan budi,.... tetapi ini penunjuk Kepastian dalam Jalan pilihan Allah....
Yang saya rasakan setelah hampir 30 tahun menapaki Jalan Pertobatan,... semua akan indah pada saatnya ketika kita memahami bukan untuk dipahami.
Ya, Allah... Ampunilah kami orang berdosa, hanya Kemurahan. Kebaikan serta KerahimanMu... Yang memampukan kami untuk Mendaki.
Curahkanlah Roh KudusMu yang hidup dan berkarya melalui Roh Kristus yang juga menuntun Roh Gereja Mu agar kami dapat tetap Setia. Patuh n Mentaati dalam menajani Perziarahan ini.
Menuju Kesempurnaan hidup dalam Kasih menuju Kesucian jiwa. Amin
Semoga berkenan bagi yang merindukan.
Komentar
Posting Komentar