Apa Rosario? 4 Peristiwa dan Litani Bnd. Maria

Maria menyimpan segala sesuatu di dalam Hatinya dan Merenungkannya

Ketika Yesus melihat ibuNya dan murid yang dikasihiNya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibuNya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kataNya kepada murid-muridNya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.  (Yoh 19:26-27).....

Ibu Rohani bagi Batin dan Jiwa kita, yang percaya kepada Yesus, Putra Allah, Sang Mesias, Penebus Dunia.

Apakah doa Rosario?

Kata “rosario/ rosary” artinya adalah mahkota dari mawar. Bunda Maria menyatakan kepada sejumlah orang bahwa setiap kali mereka mendaraskan doa Salam Maria, mereka memberikan sebuah kuntum mawar, dan bahwa setiap doa Rosario yang lengkap membuat baginya sebuah mahkota mawar. Mawar adalah ratu bagi bunga-bunga dan Rosario adalah ratu bagi semua devosi.

Doa Rosario, meskipun memiliki ciri-ciri doa penghormatan kepada Bunda Maria, namun pada intinya adalah doa yang berpusat pada Kristus. 
Doa ini mencerminkan pesan Injil, sebagai ringkasannya. Doa Rosario merupakan echo dari doa Bunda Maria sendiri, yang memuji Tuhan atas karya Tuhan menyelamatkan manusia, yang dimulai dari Inkarnasi Kristus di dalam rahimnya. Dengan berdoa Rosario, umat Kristiani duduk dalam bimbingan Bunda Maria untuk memandang wajah Kristus dan mengalami kedalaman kasih-Nya. 
Melalui doa Rosario umat beriman menerima rahmat berlimpah, seperti menerimanya dari tangan Bunda Maria yang melahirkan Kristus Penyelamat kita.

Dengan berdoa Rosario kita berdoa bersama Bunda Maria. Dalam doa Rosario, Bunda Maria menggabungkan doanya dengan doa kita. 
Maka besarlah kuasa doa tersebut, sebab Bunda Maria adalah seorang yang telah dibenarkan Allah (lih. Yak 5:16).
 
Tuhan Yesus tak pernah menolak permohonan Bunda-Nya. 
Dalam penampakan-penampakannya, Bunda Maria mengundang kita untuk mendaraskan doa Rosario sebagai senjata melawan kuasa jahat dan untuk memberikan kepada kita rasa damai sejahtera. 
Dengan doa Rosario, kita dapat memohon bersamanya rahmat pertobatan bagi banyak orang, dan mengusir kuasa jahat dalam diri kita sendiri dan dari tanah air kita. 

Bagaimana sejarah terbentuknya devosi Rosario?

Doa Rosario seperti yang kita kenal saat ini, tidak terbentuk seketika, namun bertahap. Digunakannya manik-manik sebagai alat bantu doa juga merupakan tradisi sejak zaman Gereja awal, dan bahkan ditemukan juga dalam agama-agama lain. 
Para rahib di abad ke-4 telah mulai menggunakan rangkaian batu kecil untuk menghitung doa-doa mereka. Dalam kehidupan biara di sekitar abad ke-8, para rahib mendoakan sesama rahib yang telah wafat dengan mendaraskan 150 Mazmur atau membaginya menjadi kelompok 50 Mazmur. Sejak itulah, diketahui adanya kesepakatan bahwa para imam mendoakan jiwa sesama biarawan dengan mempersembahkan Misa dan mendaraskan kitab Mazmur yang berjumlah 50 Mazmur tersebut. 
Di abad-abad itu, para anggota biara yang buta huruf—sehingga tidak dapat mendaraskan 50 Mazmur—berdoa 50 kali doa Bapa Kami. Di abad 11-12, tercatat bahwa banyak orang menggunakan batu atau bahan lain yang dirangkai dengan untaian tali, agar dapat menghitung jumlah doa yang mereka daraskan. 
Di pertengahan abad ke-12, mulai timbullah devosi yang memakai manik-manik untuk mendaraskan doa Salam Maria sebagai penghormatan kepada Bunda Maria. Doa Salam Maria ini diucapkan sebanyak 150 atau 50 kali, meniru para rahib yang mendaraskan 150 atau pun 50 Mazmur. 
Di samping itu, di abad ke-13 terdapat banyak orang yang membuat rangkaian manik-manik yang disebut “paternosters” yang artinya, “Bapa Kami” dalam bahasa Latin, karena pada awalnya manik-manik tersebut digunakan untuk menghitung doa Bapa Kami. Oleh karena itu, susunan doa Rosario mengalami perkembangan antara abad 12 sampai abad 15.

Akhirnya, susunan yang umum dikenal adalah 50 doa Salam Maria, dihubungkan dengan ayat-ayat Mazmur, atau ayat-ayat lainnya dalam Kitab Suci, untuk memperingati kehidupan Tuhan Yesus dan Bunda Maria. 
Rangkaian doa tersebut kemudian dikenal dengan sebutan “rosarium”/rose garden atau taman mawar.
Pada abad ke-16, terbentuklah Doa Rosario yang terbagi menjadi 5 dekade dalam tiga jenis misteri kehidupan Yesus, yaitu Peristiwa-peristiwa Gembira, Sedih, dan Mulia.

Oleh karena itu, meskipun pada umumnya Doa Rosario dihubungkan dengan St. Dominikus (1221) sebagai penyusunnya, namun sebenarnya pendarasan Doa Rosario dalam berbagai cara telah mulai dikenal dan dipraktekkan oleh Gereja, bahkan sebelum kelahiran St. Dominikus.

Namun, walaupun bukan ia sendiri yang menjadi penyusun doa Rosario, St. Dominikus adalah seorang pendoa Rosario. Ia berkhotbah tentang manfaat doa Rosario dalam karya pelayanannya di antara para penganut paham sesat Albigensian yang tidak percaya tentang misteri kehidupan Kristus sebagai Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. 
Oleh karena itu, tujuan utama pendarasan Doa Rosario adalah untuk merenungkan misteri kehidupan Kristus.

Walaupun catatan riwayat hidupnya tidak menyebutkan bahwa St. Dominikus adalah penyusun Doa Rosario, dan juga konstitusi Dominikan tidak menyebutkannya sebagai pencipta Doa Rosario, namun peran St. Dominikus cukup besar dalam memperkenalkannya kepada umat beriman. 
Doa Rosario dalam bentuknya seperti sekarang merupakan hasil pertumbuhan devosi yang terjadi dalam rentang ratusan tahun setelah kematian St. Dominikus. 

Doa Rosario mulai populer di sekitar tahun 1600-1700-an, terutama setelah kemenangan pasukan Kristen di Lepanto, di tahun 1571. Saat itu, negara-negara Eropa diserang oleh kerajaan Ottoman. Jumlah pasukan dan armada Turki tersebut jauh melampaui jumlah pasukan dan armada Kristen di Spanyol, Genoa, dan Venesia, sehingga terdapat ancaman yang genting bahwa agama Kristen akan terancam punah di Eropa.

Menghadapi ancaman ini, Paus Pius V memerintahkan kepada semua umat beriman untuk berdoa Rosario, untuk memohon dukungan doa Bunda Maria, agar pasukan Kristen memperoleh kemenangan. 
Perintah Paus ini dilakukan oleh Don Juan (John) dari Austria, sebagai komandan armada, demikian juga umat Katolik di seluruh Eropa. Dalam kesatuan hati, Gereja memohon bantuan Bunda Maria di dalam keadaan yang sangat mendesak ini. Pada tanggal 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama-sama dengan banyak umat beriman berdoa Rosario di Basilika Santa Maria Maggiore. Sejak subuh sampai petang, Doa Rosario tidak berhenti didaraskan di Roma untuk mendoakan pertempuran di Lepanto. 
Walaupun nampaknya mustahil, namun pada akhirnya pasukan Kristen memperoleh kemenangan pada saat itu, sehingga Kristianitas tetap dapat bertahan di Eropa dan kemudian tersebar sampai ke bagian-bagian dunia yang lain.

Akhirnya di tahun 2002, St. Paus Yohanes Paulus II menambahkan permenungan untuk Peristiwa-peristiwa Terang dalam Doa Rosario. Setiap peristiwa ini merupakan pernyataan Kerajaan Allah yang hadir di dalam pribadi Tuhan Yesus.

Ada berapa misteri dalam Doa Rosario?
Karena jiwa dari Doa Rosario adalah permenungan peristiwa kehidupan Kristus, maka  yang direnungkan dalam Rosario adalah peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Kristus. 
Ada empat kelompok peristiwa, yaitu:

Peristiwa Gembira, 
yaitu peristiwa mulai dari Malaikat menyampaikan kabar kepada Bunda Maria sampai Yesus berumur 12 tahun.

Permenungan ini didaraskan
Khususnya selama Masa Adven dan Natal, dan setiap hari Senin dan Sabtu.

Peristiwa ini terdiri dari:
Maria menerima Kabar Gembira dari Malaikat Gabriel (Luk 1:26-38).
Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya (Luk 1:39-45).
Yesus dilahirkan di Bethlehem (Luk 2:1-7).
Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah (Luk 2:22-40).
Yesus diketemukan dalam Bait Allah (Luk 2:41-52).

Peristiwa Terang, 
yaitu untuk merenungkan karya publik Kristus, mulai saat Yesus muncul secara publik sampai sebelum Yesus mengalami penderitaan. 

Peristiwa-peristiwa Terang, didoakan setiap hari Kamis, yang terdiri dari peristiwa:

Yesus dibaptis di sungai Yordan (Mat 3:16-17).
Yesus menyatakan diri-Nya dalam mukjizat di pesta pernikahan di Kana (Yoh 2:11).
Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan (Mat 4:17-23).
Yesus menampakkan kemuliaan-Nya di atas gunung Tabor (Mat 17:2-5).
Yesus menetapkan Ekaristi (Mrk 14:22-24).

Peristiwa Sedih, 
yaitu permenungan akan penderitaan dan kematian Kristus. 

Peristiwa-peristiwa ini, khususnya didaraskan selama Masa Prapaskah dan tiap hari Jumat dan Selasa, terdiri dari:

Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut (Luk 22:39-46).
Yesus didera (Yoh 19:1).
Yesus dimahkotai duri (Yoh 19:2-3).
Yesus memanggul salib-Nya ke Gunung Kalvari (Luk 22:26-32).
Yesus wafat di salib (Luk 23:44-49).

Peristiwa Mulia, 
yaitu permenungan akan kebangkitan Kristus sampai Bunda Maria diangkat ke Surga dan menerima mahkota di Surga, sebagai pemenuhan janji Kristus kepada orang-orang yang setia dalam iman.

Peristiwa-peristiwa Mulia didaraskan khususnya selama Masa Paskah dan tiap hari Minggu dan Rabu, yang terdiri dari peristiwa:

Yesus bangkit dari kematian (Luk 21:1-12).
Yesus naik ke Surga (Luk 24:50-53).
Roh Kudus turun atas para Rasul (Kis 2:1-13).
Maria diangkat ke Surga (1Kor15:23; DS 3903).
Maria dimahkotai di Surga (Why 12:1, DS 3913-3917).

Dengan mendaraskan Rosario setiap hari, kita ditemani oleh Bunda Maria merenungkan kehidupan Kristus mulai dari awal sampai akhir. 
Permenungan akan kehidupan Kristus bersama dengan Bunda Maria, membuat kita dapat semakin menghayati kasih Kristus dan bagaimana agar kita pun hidup dalam kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Lih. St. Paus Yohanes Paulsu II, Rosarium Virginis Mariae, 1.

Lih. Paus Leo XIII, Fidentem Piumque animum, 2: “Bentuk doa yang Kami maksud telah memperoleh nama khususnya “Rosario”, seolah dengan susunannya, itu mewakili manisnya bunga-bunga mawar dan pesona rangkaian lingkaran bunga. Ini adalah cara yang paling tepat untuk menghormati Sang Perawan, yang disebut Bunga Mawar Mistika di Surga, dan yang disebut sebagai Ratu alam semesta, yang bersinar dengan mahkota bintang-bintang.”

Sumber utama: artikel di situs EWTN, oleh Fr. William Saunders, History of the Rosary,   http://www.ewtn.com/library/answers/rosaryhs.htm
Lih. St. Paus Yohanes Paulus II dalam surat Apostolik, Rosarium Virginis Mariae, 21. Ref:            https://www.ewtn.com/library/PAPALDOC/JP2ROSAR.HTM

Litani Santa Perawan Maria

Tuhan kasihanilah kami.
Tuhan kasihanilah kami.
Kristus , kasihanilah kami.
Kristus, kasihanilah kami.
Tuhan, kasihanilah kami, Kristus, dengarkanlah kami
Kristus, kabulkanlah doa kami.
Allah Bapa di surga, Kasihanilah kami
Allah Putera, Penebus dunia, Kasihanilah kami
Allah Roh Kudus, Kasihanilah kami
Allah Tritunggal Kudus, Tuhan Yang Mahaesa, Kasihanilah kami

Santa Maria, Doakanlah kami
Santa Bunda Allah,Doakanlah kami
Santa Perawan termulia, Doakanlah kami
Bunda Kristus, Doakanlah kami
Bunda Gereja, Doakanlah kami
Bunda rahmat Illahi,Doakanlah kami
Bunda yang tersuci, Doakanlah kami
Bunda yang termurni, Doakanlah kami
Bunda yang tetap perawan, Doakanlah kami
Bunda yang tak bercela, Doakanlah kami
Bunda yang patut dicintai, Doakanlah kami
Bunda yang patut dikagumi,Doakanlah kami
Bunda penasihat yang baik, Doakanlah kami
Bunda Pencipta, Doakanlah kami
Bunda Penebus, Doakanlah kami
Perawan yang amat bijaksana, Doakanlah kami
Perawan yang harus dihormati, Doakanlah kami
Perawan yang harus dipuji, Doakanlah kami
Perawan yang berkuasa, Doakanlah kami
Perawan yang murah hati, Doakanlah kami
Perawan yang setia, Doakanlah kami
Cermin kekudusan, Doakanlah kami
Tahta kebijaksanaan, Doakanlah kami
Pohon sukacita kami, Doakanlah kami
Bejana rohani, Doakanlah kami
Bejana yang patut dihormati, Doakanlah kami
Bejana kebaktian yang utama, Doakanlah kami
Bunga mawar yang gaib, Doakanlah kami
Benteng Daud, Doakanlah kami
Benteng gading, Doakanlah kami
Rumah kencana, Doakanlah kami
Tabut perjanjian, Doakanlah kami
Pintu Surga, Doakanlah kami
Bintang Timur, Doakanlah kami
Keselamatan orang sakit, Doakanlah kami
Perlindungan orang berdosa, Doakanlah kami
Penghibur orang berduka cita, Doakanlah kami
Pertolongan orang Kristen, Doakanlah kami
Ratu para malaikat, Doakanlah kami
Ratu para bapa bangsa, Doakanlah kami
Ratu para nabi, Doakanlah kami
Ratu para rasul, Doakanlah kami
Ratu para saksi iman, Doakanlah kami
Ratu para pengaku iman, Doakanlah kami
Ratu para perawan, Doakanlah kami
Ratu para orang kudua, Doakanlah kami
Ratu yang dikandung tanpa dosa, Doakanlah kami
Ratu yang diangkat kesurga, Doakanlah kami
Ratu Rosario yang amat suci, Doakanlah kami
Ratu pencinta damai, Doakanlah kami

Anak domba Allah, yang menghapus dosa-dosa dunia,
Sayingilah kami.
Anak domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia,
kabulkanlah doa kami.
Anak domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia,
kasihanilah kami.
Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah,
supaya kami dapat menikmati janji Kristus
Marilah kita berdoa. (Hening)


Ya Allah, kami hambaMu berdoa kepadaMu, semoga oleh karena belas kasihMu kami memperoleh keselamatan badan dan jiwa, serta karena doa Santa Perawan Maria, kami terhindar dari kesusahan dunia ini dan dapat merasakan kebahagiaan kekal di surga. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mari kita mengenal lebih dekat St. Yusuf - Abdi yg Istimewa bagi yg mencintai Yesus dan Maria.

Tak kenal maka tak sayang, Ite ad Ioseph

Mencari Allah yg Hidup.... Tumbuh. Berbuah dan Berubah