Apa yang kamu cari

Pagi ini cerah penuh sukacita dan kegembiraan tetapi hidup ini tak merasakan ke indahan itu, hidup kita kadang tidak selalu memuaskan hati, kadany kita justru hanya mencari kesenangan pribadi yang masih abstrak.

Yesus mengingatkan kita hidup ketutamaan adalah perbuatan kasih yang memberikan nyawa bagi sesamanya, kita terlena dengan fantasi dan ambisi tetapi lupa akan sekeliling kita yang lebih membutuhkan.... Karena Mata Hati dan Natin kita tertutup oleh egoisme, kecemasan, dosa dan ketakutan.
Yesus sampai yari ini selalu beryanya secara pribadi... Apa yang kamu cari?,.... Dalam kita mengimani Kristus kadany salah dalam persepsi.... Kita mencari penyelamat bukan Kebagiaan dalam Perbuatan dan Pengorbanan justr mencari pembenaran diri untuk meraih keselamatan.

Kita tau bahwa Yesus berkuasa atas segala2nya, tetapi Pendekatan dan Dedikasi kita tidak pada motifasi yang murni.... Cenderung mencari kepuasan Jasmaniah dan Rohaniah semata.... Sebuah kenikmatan yang instan saja.... Tidak mau mengikuti apa yang Ia kehendaki,.... Melangkah menjadi Katolik harus berani 
Menyangkal diri, meninggalkan manusia lama yang lekat dengan Kedagingan, untuk melangkah masuk dalam kehidupan Kebenara....
Memanggul Salib yang diberikan Yesus sebagai Tanda Cinta Kesetiaan, dalam Kesetiaan akan Sabda.... Berani menghadapi kesulitan dan hambatan.
Dan dengan Setia mengikuti Ia walau penuh dengan tantangan serta rintangan....

Yesus mengajak dan menghendaki untuk Terus Mengontemplasikan SabdaNya yang membawa kita kepada Kebagiaan Sejati dan dengan setia menjalankan sebagai Saksi2 Kebenaran sebagai Anak2 Allah..... Kita diminta untuk menapaki hidup sampai Golgota, berjuang walau penuh dengan Penderitaan dan Kesulitan, bukan lari mancari Keslamatan dalam kenikmatan....

Ikutilah Aku kamu akan tau dimana Aku tinggal,.... Penuhilah Sukacita hidup dengan melangkah pasti bersama Kristus untuk sampai kepada Bapa... Bukan lagi hamba tetapi Sahabat.

Ya. Allah Bapa kami sering mencari kenikmatan dan pujian rohani.
Kami sering puas diri dan  menghindari kesulitan, hidup sesuka hati.

Ampunilah kami yang telah melukai engkau lebih dalam karena tidak mau ikut serta dalam Memanggul Salib PutraMu.
Kami tidak rela masuk kedalam Penyangkalan diri.

Ampunilah kami ya. Allah, menurut Ramat dan KemurahanMu
Hanya melalui Kristus Yesus, Sang Penebus, kami dibebaskan dan dimampukan.

Terangilah budi, hati dan batin kami dengan Cahaya Roh Kudus, untuk berani Menyangkal. Memanggul Salib dan Mengikuti Yesus.

Kami lemah dan kami rapuh,... Bebaskanlah kami.

Semua kami haturkan melalui perantaraan, PuteMu, Yesus Kristus.
Penebus dan Juruselamat kami. Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mari kita mengenal lebih dekat St. Yusuf - Abdi yg Istimewa bagi yg mencintai Yesus dan Maria.

Tak kenal maka tak sayang, Ite ad Ioseph

Mencari Allah yg Hidup.... Tumbuh. Berbuah dan Berubah