Iblis dan Setan dikalahkan dan ditundukan oleh Yesus, Gereja telah diberi Kuasa Eksorsisme.

Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepadaNya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.".....
Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Kemudian Iblis membawaNya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepadaNya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diriMu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikatNya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kakiMu jangan terantuk kepada batu.".....
Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!".

Dan Iblis membawaNya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepadaNya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepadaNya: "Semua itu akan kuberikan kepadaMu, jika Engkau sujud menyembah aku.".....
Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"  (Mat 4:1-10)

Ia menjawab, kataNya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. 
Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. 
Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikatNya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam KerajaanNya. 
Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. 
Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"  (Mat 13:37-43)

Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."  (Mat 16:23)

Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku." 
Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi namaMu."  (Luk 10:16-17)

Apakah Gereja Katolik Mengajarkan Adanya Iblis/ Setan?

Ya, karena Tuhan Yesuspun mengajarkan demikian (lih. Mat 4:1-11; 12:22-30; Mrk 1:34; Luk 10:18;22:31; Yoh 8:44). Maka Gereja Katolik selalu mengajarkan bahwa iblis itu ada, dan bukan hanya mitos.

Konsili Lateran yang ke-empat (1215), dalam dekritnya yang mengecam ajaran sesat Manichaeism yang mengajarkan dualisme, dan Catharist. Konsili tersebut mengajarkan bahwa “iblis dan roh-roh jahat lainnya diciptakan baik pada awalnya, hanya mereka menjadi jahat oleh karena tindakan mereka sendiri”. Ini adalah pernyataan Gereja untuk meluruskan ajaran sesat yang mengajarkan dualisme yang mengajarkan keberadaan dua Tuhan: yaitu Tuhan yang baik dan Tuhan yang jahat (iblis) sejak awal mula.

Katekismus Gereja Katolik mengajarkan demikian:

KGK 391   Di balik keputusan nenek moyang kita untuk membangkang terdengar satu suara penggoda yang bertentangan dengan Allah (Bdk. Kej 3:1-5)., yang memasukkan mereka ke dalam maut karena iri hati (Bdk. Keb 2:24). Kitab Suci dan tradisi melihat dalam wujud ini seorang malaikat yang jatuh, yang dinamakan setan atau iblis (Bdk. Yoh 8:44; Why 12:9). Gereja mengajar bahwa ia pada mulanya adalah malaikat baik yang diciptakan Allah. “Setan dan roh-roh jahat lain menurut kodrat memang diciptakan baik oleh Allah, tetapi mereka menjadi jahat karena kesalahan sendiri” (Konsili Lateran IV, 1215: DS 800).

KGK 2851 … kejahatan bukanlah hanya satu pikiran, melainkan menunjukkan satu pribadi, setan, si jahat, malaikat yang berontak terhadap Allah. “Iblis” [diabolos] melawan keputusan ilahi dan karya keselamatan yang dikedakan di dalam Kristus.

Ajaran Gereja Katolik tentang keberadaan iblis/ setan sangat jelas terlihat dalam liturgi. Pada perayaan Baptisan, mereka yang dibaptis diminta untuk menyatakan penolakan terhadap setan, dan perbuatan-perbuatannya, dan janji-janjinya yang kosong. Gereja Katolik juga menyediakan ritus resmi pengusiran setan (eksorsisme), sehingga ini menunjukkan bahwa Gereja percaya bahwa setan itu ada.

St. Thomas Aquinas yang dianggap sebagai guru besar dalam sistematika Teologi Katolik dalam bukunya Summa Theology, juga menjabarkan tentang keberadaan iblis/ setan ini. Mereka disebut sebagai para malaikat yang jatuh dalam dosa, dan St. Thomas menjelaskan artinya (lih. Summa Theology Part I, q.63, a.1-9).

Tahun 1975, Kongregasi Suci untuk Penyembahan Ilahi mengeluarkan dokumen yang disebut Christian Faith and Demonology. Dokumen ini mengutip ajaran Paus Paulus VI tentang setan:

“Adalah suatu penyimpangan dari gambaran yang diberikan oleh Kitab Suci dan ajaran Gereja, [suatu paham] yang menolak untuk mengenali keberadaan setan; untuk menganggapnya sebagai…. sebuah konsep dan personifikasi imajiner (tak nyata) dari sebab-sebab yang tak diketahui dari kemalangan kita…. Para ahli Kitab Suci dan Teologi harus tidak menjadi tuli untuk mendengar peringatan ini.”

St. Paus Yohanes Paulus II, dalam General Audience tanggal 13 Agustus 1986, menjelaskan tentang asal usul setan, demikian:

“Ketika, oleh sebuah tindakan kehendak bebasnya, ia menolak kebenaran bahwa ia mengenal tentang Allah, setan menjadi “pembohong dan bapa segala kebohongan” (lih. Jn 8:44) melampaui ruang dan waktu. Karena alasan ini, ia hidup dalam penyangkalan radikal dan tak dapat dibalikkan lagi, terhadap Allah, dan berusaha untuk memaksakan pengaruh kepada ciptaan – kepada semua mahluk yang diciptakan menurut gambar Allah dan secara khusus manusia- kebohongan dirinya sendiri yang tragis tentang apa yang baik yaitu Tuhan.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mari kita mengenal lebih dekat St. Yusuf - Abdi yg Istimewa bagi yg mencintai Yesus dan Maria.

Tak kenal maka tak sayang, Ite ad Ioseph

Mencari Allah yg Hidup.... Tumbuh. Berbuah dan Berubah