Iman Garda yang harus dipertahankan sampai Ajal menjemput
Akulah Jalan. Kebenaran dan Hidup
Iman dalam Kekristenan adalah suatu keyakinan sentral yang diajarkan oleh Yesus sendiri dalam kaitannya dengan injil (Kabar Baik). Menurut Yesus, iman merupakan suatu tindakan percaya dan penyangkalan diri sehingga orang tidak lagi mengandalkan kebijaksanaan dan kekuatannya sendiri tetapi melekatkan diri pada kuasa dan perkataan dari Dia yang ia percayai.... Yaitu Tuhan Yesus Kristus didalam seluruh SabdaNya..... Aku didalam Bapa dan Bapa didalam Aku.... Inilah Iman Sejati.... Hidup bertumpu pada Keyakinan mendalam dari proses relasi Cinta Timbal balik yang saling dan Mempercayakan, dimana yarus Dihidupi. Diselami. Dihayati dan Disyukuri.
Dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat....
Yohanes 3:16: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Bagian ini sering digunakan sebagai pernyataan standar dari iman Kristen.
Ibrani 11:6: Bagian ini mendeskripsikan makna dan peranan iman dalam praktiknya: "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah....
Iman adalah Anugerah yang harus patut disyukuriketika.... Allah menghembusi dan Manusia dapat sampai kepada Gambaran SempurnaNya,.... Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia."
Yohanes 6:28–29: Ketika ditanya "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?",..... tertulis bahwa Yesus menjawab,.... "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya (pi'stis) kepada Dia yang telah diutus Allah."
Mengikuti dengan Setia. Patuh dan Taat seperti Sang Kristus sampai di Kayu Salib... Jangan tangisi Aku tetapi tangisilah dirimu.... Allah melalui Yesus mengajak kita menapaki untuk Merefleksi dan Merenung tentang Iman setiap detik agar Kekuatan itu tumbuh menjadi Detak Jatung dan Nafas sehari hari....
Yakobus 2:22: "Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna."
Yakobus 2:26: "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati."
Iman dinyatakan sebagai suatu tindakan adikodrati atau supranatural yang dilakukan oleh Rahmat Ilahi,.... yang menurut St. Thomas Aquinas merupakan.... "tindakan dari intelek yang menerima suatu kebenaran Ilahi karena gerakan dari kehendak, yang digerakkan oleh rahmat Allah".... Dari Dalam batin menuju Kemanusiaan kodrati dan Bekerja sebagai pancaran yang hidup....
Dan seperti halnya terang iman merupakan suatu anugerah yang secara adikodrati diberikan kepada pemahaman manusia, demikian pula gerak kehendak oleh rahmat Ilahi ini.... sebagaimana tercermin dari namanya.... merupakan suatu anugerah yang juga adikodrati dan mutlak cuma-cuma.... Dianugerahkan sejak awal diciptakan dan dihembusi oleh Roh Allah.... Tunduk kepada hkm. Roh.... Anugerah tersebut bukan karena kajian yang pernah dilakukan seseorang, bukan juga diperoleh dengan usaha manusia, tetapi
"Mintalah maka kamu akan menerima".
Karena kebajikan iman "ditanamkan" (infused) oleh Allah dan tidak dapat dicapai melalui upaya-upaya manusia, maka dari itu iman termasuk salah satu dari kebajikan teologal.
Iman tidak buta
Konsili Vatikan I (III, iii) menyatakan: "Kita percaya bahwa wahyu adalah benar, tentunya bukan karena kebenaran hakiki dari misteri-misteri dapat dilihat dengan jelas oleh terang akal yang kodrati, tetapi karena kekuasaan Allah Yang mengungkapkan misteri-misteri itu sendiri.... Proses yang Otentik sampai kepada Kebenaran, menurut gambaran, citra dan kehendakNya.... sebab Ia tidak dapat memperdaya ataupun diperdaya."
Dengan demikian, sehubungan dengan tindakan iman yang umat Kristen perbuat dalam Tritunggal Mahakudus, iman dapat dideskripsikan secara silogistik, sehingga:
Apapun yang Allah wahyukan adalah benar
tetapi Allah mewahyukan Tritunggal Mahakudus, yang adalah suatu misteri
karenanya misteri ini adalah benar.
Bagi Gereja Katolik, premis mayornya tidak diragukan lagi, suatu presumsi yang mendasari akal dan dengan demikian secara intrinsik menjadi nyata bagi akal; premis minornya juga dipandang benar, didasarkan pada keyakinan akan infalibilitas deklarasi-deklarasi Gereja, dan juga karena, sebagaimana disampaikan oleh Konsili Vatikan I, "di samping bantuan Roh Kudus-Nya dari dalam, Allah dengan senang hati memberikan kita pembuktian pasti wahyu-Nya dari luar,.... yaitu fakta-fakta Ilahi, terutama mukjizat-mukjizat dan nubuat-nubuat, sebab karena hal-hal ini memanifestasikan secara jelas pengetahuan tanpa batas dan kemahakuasaan Allah, kesemuanya ini menyajikan pembuktian yang paling pasti dari wahyu-Nya dan sesuai dengan kapasitas [akal] semua orang."
Oleh karena itu St. Thomas Aquinas menulis: "Seseorang tidak akan percaya kecuali ia melihat hal-hal yang harus ia percayai, baik dengan bukti adanya mukjizat-mukjizat ataupun sesuatu yang serupa".... Di sini St. Thomas berbicara mengenai sebab-musabab kredibilitas, penyebab-penyebab yang menimbulkan kepercayaan.
Pembenaran bukan oleh iman saja....
Dalam Gereja Katolik, pembenaran diberikan oleh Allah pertama-tama melalui pembaptisan, tidak sekadar karena iman, dan melalui Sakramen Rekonsiliasi setelah suatu dosa berat dilakukan.
Suatu dosa berat menjadikan hilangnya pembenaran sekalipun iman masih ada.
Sebelum menerima pembaptisan, iman diperlukan bagi orang dewasa. Pembaptisan bayi memerlukan janji orang tuanya untuk mewartakan iman mereka kepada sang anak. Pembaptisan disebut Sakramen Iman.... Roh Kudus yang mengaruniakn. Menuntun dan Mengubah menjadi Anak Allah.... Segala sesuatu dijadikan oleh Nya dan untuk Nya....
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat…
Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak kita lihat” (Ibr 11:1, 3).
Iman membuat kita percaya bahwa ada Allah yang tak kelihatan, yang menciptakan dunia yang kelihatan di sekitar kita.
Karena kasih-Nya, Allah tidak membiarkan manusia mencari Allah dengan akal budi semata, melalui permenungan akan dunia dan dirinya sendiri.
Allah menyapa dan mengajak manusia masuk dalam persekutuan dengan Dia (lih. Kel 33:11; Yoh 15:14-15)....
Ini dilakukan Allah dengan memberikan wahyu-Nya sendiri, yang memuncak dalam diri Yesus Putra-Nya..... Jawaban manusia “ya, aku percaya”.... akan tawaran Kabar Gembira dari Allah ini, adalah iman.
Di sinilah erat hubungan antara iman dan ketaatan, sebab iman akan Allah mensyaratkan ketaatan kepadaNya.
Secara garis besar, hubungan antara iman dan ketaatan iman, nampak juga dalam penjabaran tentang iman dalam Katekismus Gereja Katolik.
Katekismus Gereja Katolik secara garis besar terbagi menjadi empat bagian.
Bagian pertama, yaitu Credo/ Syahadat menjelaskan tentang iman Kristiani.
Bagian kedua sampai ke-empat menjelaskan tentang ketaatan iman.... Yaitu
bagaimana kita merayakan iman kita,
bagaimana kita melaksanakan iman kita dan
bagaimana kita menghidupinya dalam doa.
Percayalah kepada Ku dan
Ikutilah Aku,.... Sampai kesudahan Nya, kamu akan meraih Hidup yang Kekal.
Amin
Komentar
Posting Komentar