Pertobatan/Metanoia adalah Langkah masuk kedalam Kerj. Allah
Yesus dalam injil yang dituliskan secara bebas dan menurut kemampuan penulis injil yang di terangi serta di tuntun oleh Roh Kudus.
Telah memberi kesaksian tentang pertobatan sebagai awal dari kita masuk kedalam Kasih Kerahiman Allah yang penuh Belas Kasih kepada kita semua....
Diawali dari Yohanes Pembaptis membaptis dengan Air dan akan ada yant lebih berkuasa dari padanya.... Membuka tali kasutNya pun aku tak layak tetapi Yesus datang untuk Mengenapi isi dari perjajian lama, sekaligus Yesus yang Kudus mengambil rupa sepenuhnya Manusia yany lemah dan rapuh juga Memeteraikan Air yang akan mengalir dari lambungnya yang dicapur dengan darahnya yang suci.... Yesus ambil bagian dari Silih dosa yang harus Dipikul dan Ditebusnya....
Bukan Gereja yang mengajarkan tetapi Kristus sendiri telah Mewartakan hal itu dan Mengajak semua yang ingin Masuk Kerj. Allah untuk Bertobat....
Bertobatlah, Kerj. Allah telah dekat.... Masa Tobat kita jalani awal Puasa yang ditandai dengan Abu sebagai masuk masa Tobat pafa Rabu Abu.... Demikian pula Gereja selalu mengulang2 didalam Ritusnya dimana setiap awal dari misa.... Kita untuk mempersiapkan diri mengawali dengan Tobat... Ritus Tobat
Bila kita membaca dengan cermat berulang kali Yesus selalu memberi Penghiburan dan Kelegaan bagi mereka yang berdosa,.... Bahkan Ia sendiri menyatakan bahwa yang berkuasa mengampuni dosa adalah Anak Manusia... Sampai kepada Puncak PenebusanNya di Golgota dengan Simbol Penebusan dan Penyucian pada Ekaristi.... Seperti yang tertuang pada Prefasi.
Pertobatan yang mendalam membawa kita akan Semakin memahami arti Pengorbanan Kristus dan Perjamuan Kudus, dimana hanya melalui Tubuh dan DarahNya kita didamaikan Kembali. Dikyduskan dan Dipulihkan relasi kita dengan Allah Bapa dan dengan ini Citra Kekudusan sebagai Anak2 Allah menjadi nyata.... Kita kembali dirahmati oleh Roh KudusNya, dituntun dan diterangi serta dibimbing.... Untuk hidup menjadi Kudus menuju Kesempurnaan Hidup Illahi.....
Bila kita mengimani Pertobatan sebagai Pemulihan dan Pengudusan serta Penyucian maka Semakin Indah sebuah Perjamuan Kudus didalam Misa.... Seluruh kesaksian injil Menjadi sangat bermakna boleh Masuk kedalam Persatuan Rohani dengan Roh Kudus.
Ini yang diajarkan Bunda Gereja
Menurut KGK....
Katekismus Gereja Katolik: Perumpamaan Tentang Anak yang Hilang
545 Yesus mengundang para pendosa ke meja Kerajaan Allah: “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17; Bdk. 1Tim 1:15).
Ia mengajak mereka supaya bertobat, karena tanpa tobat orang tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan.
Tetapi Ia menunjukkan kepada mereka perkataan dan perbuatan belas kasihan Bapa yang tidak terbatas (Bdk. Luk 15:11- 32)
dan “kegembiraan” yang luar biasa, yang “akan ada di surga, karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan” (Luk 15:7).
Bukti cinta-Nya yang terbesar ialah penyerahan kehidupan-Nya “untuk pengampunan dosa” (Mat 26:28).
1439 Jalan metanoia dan pertobatan dilukiskan Yesus secara sangat mengesankan dalam perumpamaan mengenai “anak yang hilang”, yang pusatnya adalah “Bapa yang berbelas kasihan” (Luk 15:11-24).
Godaan untuk mengenyam kebebasan semu, meninggalkan rumah Bapa; kemelaratan lahiriah yang menjerat sang putera, setelah ia memboroskan segala milik kepunyaannya; penghinaan yang mendalam, karena harus menggembalakan babi dan, lebih buruk lagi, kerinduan agar memuaskan diri dengan makanan babi; renungan akan harta benda yang telah hilang; penyesalan dan keputusan mengaku diri bersalah di depan Bapa; jalan kembali; penerimaan yang penuh murah hati oleh Bapa; kegembiraan Bapa:
semuanya itu adalah ciri-ciri proses pertobatan. Pakaian yang indah, cincin, dan perjamuan pesta adalah lambang kehidupan baru yang murni, layak, dan penuh kegembiraan, kehidupan seorang manusia yang kembali kepada Allah dan ke dalam pangkuan keluarganya, Gereja.
Hanya hati Kristus, yang mengenal kedalaman cinta Bapa-Nya, dapat menggambarkan bagi kita kedalaman belas kasih-Nya dalam cara yang begitu sederhana dan indah.
2839 Dalam kepercayaan yang berani kita sudah mulai berdoa kepada Bapa kita. Dalam permohonan, agar nama-Nya dikuduskan kita sudah berdoa pula, supaya kita sendiri semakin dikuduskan.
Walaupun kita memakai pakaian Pembaptisan, kita tidak berhenti berdosa dan memalingkan diri dari Allah.
Sekarang, dalam permohonan baru ini, kita kembali lagi kepada-Nya seperti anak yang hilang itu (Bdk. Luk 15:11-32)
dan kita mengakui diri di depan-Nya sebagai pendosa, seperti yang dilakukan oleh pemungut cukai (Bdk. Luk 18:13).
Permohonan kita mulai dengan “pengakuan”, di mana kita sekaligus mengakui kesusahan kita dan kerahiman Allah.
Harapan kita tidak tergoyahkan, karena di dalam Putera-Nya “kita memiliki penebusan yaitu pengampunan dosa” (Kol 1:14; Ef 1:7).
Di dalam Sakramen-sakramen Gereja-Nya kita mendapat tanda pengampunan-Nya yang berdaya guna (Bdk. Mat 26:28; Yoh 20:23) dan tidak diragukan lagi.
DOA ST. THOMAS AQUINAS
Allah Pencipta segala sesuatu, Sumber terang dan kebijaksanaan yang sejati, asal mula segala makhluk, curahkanlah seberkas cahaya-Mu untuk menembus kegelapan akal budiku.
Ambillah dariku kegelapan ganda yang menyelimutiku sejak lahir, suatu ketidak-mengertian karena dosa dan ketidak-tahuan.
Berilah kepadaku, pengertian yang tajam dan ingatan yang kuat dan kemampuan untuk memahami segala sesuatu dengan benar dan mendasar.
Karuniakanlah kepadaku talenta untuk menjelaskan dengan tepat dan kemampuan untuk mengutarakannya dengan saksama, luwes dan menarik. Tunjukkanlah bagaimana aku memulainya, arahkanlah perkembangannya dan bantulah sampai kepada penyelesaiannya. Kumohon ini demi Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.
BERTOBATLAH, KERJ. ALLAH DEKAT....
(Semoga menjadi semangat yang hidup didalam bati dan jiwa Anak2)
Peristiwa ketiga, Rosario Cahaya, ajakan st. Yoh. Paulus
Hasilkanlah buah2 sesuai dengan Pertobatan (Yoh. Pembaptis)
Komentar
Posting Komentar