Meneladani Kebijaksanaan St. Yusuf melalui peristiwa Sukacita dan Penderitaan

Sharing refleksi rohani dan spiritualitas


Makalah.

Tujuh Kesedihan dan Tujuh Sukacita St.Yusuf adalah karya kesetiaan yang luar biasa. 
Apakah salah satu dari Tujuh Kesedihan atau Tujuh Kegembiraan beresonansi  dengan Anda lebih dari yang lain? 

Bisakah Anda memikirkan kesedihan lainnya? Atau kegembiraan yang mungkin dialami St. Yusuf selama hidupnya Bersama Yesus dan Maria?

Sharing refleksi rohani dan spiritulitas.

"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."  (Mat 7:12-14)

Baiklah sy mencoba melihat dr sudut rohani dan spiritulitas....

Peristiwa sukacita yg pertama menurut sy yg sangat meneguhkan secara khusus Rohani dan Keimanan yg ia yakini dimana Roh Kudus yg telah menjawab kedalaman relasi cinta dengan Allah melalui sapaan malaikat....

Kisah ini seperti sederhana tetapi ini justru sangat Mendalaman bukti dari Relasi Rohani St. Yusuf dengan Allah didalam Ketaatan dan Doanya.... 
Tidak ada penampakan Tuhan tanpa diawali dr sebuah relasi rohani yg dalam Kemurnian Hati dan Kesucian.....

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.  (Mat 5:8-9)

Sy sangat yakin St. Yusuf memang terpilih dan telah ditentukan oleh Allah untuk mengemban Misi serta Tugas mulia ini, mengambarkan Kwalitas hidup Rohani dan Spiritualitas akan hkm. Taurat....

Panggilan Allah tidak ada yg kebetulan sebab Allah telah mempersiapkan berabad abad untuk rencana ini.... Terbukti dr kitab para nabi yg bernubuat tentang Yesus.

Untuk dukacita yg k 3 yg sangat menyakitkan baginya, dimana melihat kekejaman Herodes terhadap anak2 yg tidak berdosa... Atas Ketidak Adilan. Kejuasan. Egoisme. Kesombongan dan Keserakahan.

Gambaran Hati yg Bijaksana memahami yg baik dan yg buruk menurut Kehendak Allah, boleh dan yg tidak, secara Rohani seperti yg tertuang didalam 10 perintah Allah dan Hkm. Taurat yg lainnya....

Kebijaksanaan Allah adalah Anugerah yg harus kita mohonkan dan miliki dari segala Keutamaan yg lain secara Khusus untuk mengantar Pengenalan akan Allah.... 
St. Iganasius dr Loyola mengajarkan dalam Pembedaan Roh.... 
Sangat dibutuhkan untuk kita menjadi Waspada....

Seperti Yesus bersabda.... Berdoalah tanpa jemu agar tidak jatuh dalam pencobaan....
Inipun membuktikan Kedalam Rohani St. Yusuf yg sangat Murni dan Suci.

Kemurnian Hati dapat mendeteksi pergerakannya dan kemana arahnya, Setia akan Hkm. Allah.

Semua ini melalui proses yg tidaklah mudah untuk mencapai pemahaman dan menerima Kebijaksaan Allah.... 
Diperlukan kerelaan dalam menghadapi tantangan kehidupan, mau menerima arti Kepedihan. Kekecewaan. Ketidak adilan. Terluka secara batin. Penderitaan karena penolakan sebab Kebenaran.... Dan masih banyak lagi.

Kita dapat mendengar Nasehat sabda Tuhan.... Arti Berbahagialah.... mampukah kita menangkap arti Kebahagiasn menurut Kaca mata Allah.... 
Apa yg dipikirkan manusia tidak dipikirkan Allah, demikian pula sebaliknya....

St. Yusuf telah menjalani dan menerima Hidup sebagai Rahmat dan Panggilan untuk menjadi Kudus dan Sempurna.... 

Karena Bapamu di surga sempurna adanya.

Seperti Bacaan Kitab Suci hr ini (04/03/23) mengingatkan kita....
Perj. Lama.
"Pada hari ini TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu. Engkau telah menerima janji dari pada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkaupun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturanNya, dan mendengarkan suaraNya. dan Iapun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikanNya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang dijanjikanNya." (Ul 26:16-17,19)

Demikian pula diteguhkan melalui Bacaan injil...
Perj. Baru.
Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.  (Mat 5:43-45)

Ternyata Kebijaksanaan bukan urusan sekedar mengerti dan memahami tetapi harus diujud nyatakan dalam perbuatan...  Yesus penuh kuasa dalam Kata dan Perbuatan.

Tetapi bagaimana kita berelasi mendalam dengan Allah dan 
Keberanian melepas harga diri dan datang dengan tulus dalam iman, harapan dan kasih,.... Mengampuni sesama yg paling kita benci dan menyakitkan. Dan Dengan penuh kerendahan hati.

Ini renungan tentang Sukacita dan Dukacita yg lain menurut sy....

Sukacita St. Yusuf
Menerima penghiburan dari orang kecil dan sederhana....

..... Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." Dan ketika mereka melihatNya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.  (Luk 2:10-12,17)

Sukacita lain juga sebagai peneguhan bagi St. Yusuf...

......Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, ia menyambut Anak itu dan menatangNya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firmanMu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari padaMu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,  (Luk 2:25,28-31)

Sukacita yg lain, bagi St. Yusuf dimana tugas perutusan, mengantar orang lain, kepada Allah serta mengantar sesama kepada pengebalan Iman akan Kebenaran.

..... Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. Dan ketika orang tuaNya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibuNya kepadaNya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? BapaMu dan aku dengan cemas mencari Engkau." JawabNya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah BapaKu?(Luk 2:41-42,48-49)

Sedang untuk Kesedihannya....

Kesedihan lain dr St. Yusuf.... Sebagai seorang Bapa ingin membajagiakan keluarganya,.... Separti semua bapa ingin memenuhi hasrat ini.

Kekecewaan tdk dapat membahagikan yg ditipkan kepadanya.... Dimana Maria mengandung dari Roh Kudus dan yg ia kandung Kudus Anak Allah karena .... Ingin tentunya tempat yg terbaik untuk Kelahiran Yesus.... Semua pintu hati tertutup
dan penolakan, 

.... tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.  (Luk 2:7)

Kesedihan yg mendalam atas ketidak adilan dr Herodes.... Dan Kekejamannya untuk mempertahakan Kekuasaan dan Kerhormatannya.

Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.  (Mat 2:16)

Semoga berkenan.

Ite Ad Joseph🙏🏽

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mari kita mengenal lebih dekat St. Yusuf - Abdi yg Istimewa bagi yg mencintai Yesus dan Maria.

Tak kenal maka tak sayang, Ite ad Ioseph

Mencari Allah yg Hidup.... Tumbuh. Berbuah dan Berubah